TERPENCIL
BUKAN BERARTI TERBELAKANG
SMP
Negeri 2 Sapeken merupakan salah satu SMP Negeri yang berada di wilayah terluar
Kabupaten Sumenep, tepatnya di Desa Pagerungan Besar Kecamatan Sapeken. Kondisi
geografis Kecamatan Sapeken yang berbentuk kepulauan menyebabkan keberadaan
sekolah yang terpisah-pisah dan berada dalam jarak geografis yang jauh.
![]() |
| Pulau Pagerungan Besar |
Dengan
kondisi geografis yang berupa gugusan pulau-pulau kecil, maka kita sudah dapat
memberikan gambaran sederhana bahwa wilayah Kecamatan Sapeken memiliki banyak
keterbatasan. Berada di wilayah kepulauan yang terpencil dan jauh dari akses
informasi, maka kita harus menyiapkan moral, mental dan spiritualitas yang
benar-benar matang untuk menjawab tantangan dari segala keterbatasan tersebut
Hal
ini pula yang dirasakan di lingkungan sekolah SMP Negeri 2 Sapeken. Minimnya
informasi dari pusat kota tak menjadikan sekolah ini menjadi dianggap terbelakang. Berbagai
strategi diterapkan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif di
lingkungan sekolah.
Lingkungan
sekolah yang terpencil malah menciptakan kreatifitas dari para pendidik di
lingkungan sekolah ini. Kerjasama dengan berbagai pihak terkait yang ada di
wilayah terpencil ini menjadi kunci utama dalam mengatasi keterbatasan yang
ada. Salah satu upaya yang diciptakan oleh para pendidik di SMP Negeri 2
Sapeken adalah dengan meningkatkan pendidikan yang berorientasi pada pembetukan
dan penguatan karakter peserta didik yang berdasarkan pada kearifan lokal.
Siswa
yang sebagian besar merupakan anak dari nelayan di didik dengan sedemikian rupa
untuk memahami perubahan sosial – budaya yang sangat cepat sekali terjadi,
lebih-lebih di kota besar. Perubahan nilai sosial yang paling mencolok di kota
besar adalah berkurangnya gotong royong akibat pola kehidupan yang cenderung
individualis yang terjadi di kota-kota besar.
| Aktivitas Anak Pulau |
Ternyata,
pola kehidupan yang individual pun kini memasuki bentuk kehidupan masyarakat
yang berada di daerah-daerah terpencil. Tentu saja masyarakat dapat dengan
mudah meniru pola-pola orang kota melalui tayangan televisi. Televisi yang
dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat di daerah terpencil sangat rawan
sekali dapat menggeser nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat di daerah
terpencil sekalipun.
Dibutuhkan
strategi yang ekstra bagi para pendidik untuk menyiasati pergeseran nilai-nilai
kearifan lokal yang ada. Seperti halnya yang dilakukan oleh para guru di SMP
Negeri 2 Sapeken, meski jaraknya jauh dari kota, pergeseran nilai sosial pun
dirasakan oleh masyarakat di Pulau Pagerungan Besar, tempat sekolah ini berada.
Bentuk
kehidupan masyarakat tradisional yang cenderung komunal dengan pola gotong
royong lambat laun mulai terkikis. Oleh karena itu keberadaan beberapa guru PNS
yang berasal dari kota diharapkan mampu untuk menyiasati akan adanya perubahan
nilai tersebut. Keberadaan guru-guru dari kota mampu memberikan warna
tersendiri bagi proses pembelajaran dalam melakukan pembentukan karakter bagi
para siswa. Kehidupan guru-guru dari kota yang terbiasa dengan fasilitas yang
memadai akan berbanding terbalik dengan kehidupan masyarakat di Pulau
Pagerungan Besar.
Untuk
itulah, perbedaan fasilitas yang dialami para guru dari kota ini diharapkan
mampu memberikan pengaruh positif bagi perkembangan siswa di sekolah ini. Guru-guru
yang berasal dari kota inilah yang pada akhirnya mampu mengenalkan perubahan
yang terjadi di luar wilayah lingkungan sekolah yang terpencil ini. Dari masa
ke masa, guru-guru dari kota selalu setia memberikan dukungan moral bagi para
siswa yang sebagian besar adalah anak nelayan ini untuk terus berusaha berkarya
guna menuju kehidupan yang lebih baik.
![]() |
| Pelabuhan Sapeken |
Keterbatasan
kondisi geografis bukan menjadi penghalang bagi kemajuan masyarakat. Bahkan siswa
diharapkan mampu berpikir kritis bahwa dengan menjawab tantangan yang ada, kita
akan mampu menjadikan kita sebagai orang-orang yang sukses. Motivasi inilah
yang selalu diberikan oleh para guru yang berasal dari kota sehingga siswa
memiliki semangat agar tak tertinggal dari orang kota di bidang perkembangan
ilmu pengetahuan.
(riil)

