Minggu, 10 November 2013

MINGGU SEHAT BERSAMA MASYARAKAT PAGERUNGAN BESAR

                Aktivitas sehari-hari terkadang menyebabkan kondisi fisik dan psikis kita menjadi lelah. Dibutuhkan waktu untuk me-refresh kepenatan fisik dan psikis untuk memberikan motivasi dalam menghadapi padatnya aktivitas sehari-hari. Salah satu bentuk kegiatan yang bisa dilakukan adalah melalui olah raga. Kepadatan jadwal kerja terkadang menyebabkan kondisi badan menjadi tidak bugar. Oleh karena itu kita harus bisa meluangkan sedikit waktu untuk berolah raga.
                Olah raga tidak hanya dapat memberikan manfaat untuk menjaga kesehatan badan kita, namun melalui olah raga pula kita bisa menenangkan pikiran. Seperti halnya yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan negeri yang ada di Desa Pagerungan Besar. Kesadaran akan pentingnya arti kesehatan menyebabkan seluruh civitas di lingkungan pendidikan sekolah negeri yang ada di Pagerungan Besar untuk menyusun kegiatan program minggu sehat bersama warga.

                Aktivitas olah raga yang berupa senam pagi ini rutin diselenggarakan setiap hari minggu di gelanggang olah raga yang ada di Pagerungan Besar. Seluruh guru dari SDN Pagerungan Besar I, SDN Pagerungan Besar II, SDN Pagerungan Besar III dan SMPN 2 Sapeken menyelenggarakan program ini sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian pada masyarakat yang ada di pulau terpencil ini.

                Secara bergantian, para pengajar di 4 sekolah milik pemerintah di pulau ini menjadi pengajar senam pagi. Kekompakan 4 lembaga ini menjadi nilai lebih tersendiri bagi masyarakat, karena dengan adanya hal ini masyarakat jadi memiliki pengetahuan tentang kesehatan dan kebugaran. Setelah melaksanakan senam pagi, guru-guru yang ada memberikan ulasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

                Hal ini dianggap sangat penting karena keberadaan pulau ini yang terpencil dan fasilitas kesehatan yang jauh dari memadai. Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran dari masyarakat untuk menjaga kesehatannya. Selain itu, kegiatan senam pagi bersama yang diselenggarakan setiap hari minggu ini juga berguna untuk menekan tindakan negatif yang dilakukan oleh siswa di masyarakat. Sebagian besar waki murid yang berprofesi sebagai nelayan sudahlah tentu kurang memiliki waktu yang cukup untuk mengawasi perkembangan anak mereka. Melalui kegiatan senam pagi yang wajib diikuti bagi siswa di sekolah yag ada di Pagerungan Besar, siswa menjadi lebih terpantau aktifitasnya pada hari minggu. Semoga kegiatan positif ini selalu bisa terselenggara di Pagerungan Besar. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. (riil)

Rabu, 09 Oktober 2013

LATIHAN BARIS-BERBARIS BERSAMA TNI-AL

            Keberadaan Militer di tengah-tengah masyarakat sering kali dianggap identik dengan suatu hal yang bersifat keras, tegas, dan beringas. Namun ternyata pandangan masyarakat umum ini tidaklah sepenuhnya benar. Seperti apa yang terjadi di lingkungan pendidikan SMPN 2 Sapeken. Sekolah ini mampu bekerja sama dan mengenalkan bahwa militer, dalam hal ini TNI-AL adalah sahabat dan juga bisa menjadi guru bagi para siswa di sekolah ini.
Latihan Baris-berbaris
            Keberadaan POS AL di wilayah pulau Pagerungan Besar, lokasi tempat beradanya SMPN 2 Sapeken merupakan suatu hal yang bisa mewarnai pendidikan karakter bangsa yang akan di terapkan di sekolah ini. TNI-AL yang bertugas di Pulau Pagerungan Besar menjadi mitra SMPN 2 Sapeken dalam mengajarkan tata cara baris-berbaris yang benar. Hal ini dijadikan sebagai acuan dalam membentuk karakter disiplin bagi seluruh siswa SMPN 2 Sapeken.
            Pendidikan ala militer yang dikenal masyarakat umum sebagai pendidikan yang keras dan beringas tak akan kita temui dalam pelajaran berdisiplin bagi siswa SMPN 2 Sapeken. Aparat TNI-AL yang bertugas melatih baris-berbaris yang baik dan benar ju8stru mengenalkan pendidikan militer yang lebih humanis pada siswa di sekolah ini. Tidak ada kekerasan yang ditampilkan oleh pelatih-pelatih baris dari TNI-AL.

           
Latihan Baris-berbaris
SMPN 2 Sapeken membuat jadwal rutin bahwa dalam setiap 2  minggu sekali, diadakan pelatihan baris-berbaris bagi siswa dan yang diajak untuk menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah petugas TNI-AL yang menjalankan tugasnya di Pagerungan Besar. Latihan baris-berbaris ini dilakukan langsung oleh Komandan POSAL/KAMLA yang bertugas di Pagerungan Besar. Semoga dengan adanya kerjasama ini pendidikan karakter bangsa yang menjadi tujuan pendidikan di Indonesia bisa terjacapai. Kesadaran akan pentingnya disiplin diharapkan bisa tercapai berkat adanya kerja sama antara Lembaga Pendidikan SMPN 2 Sapeken dan TNI-AL diharapkan mampu menjadikan ini sbg paradigma baru dalam pendidikan karakter di Indonesia. (riel)

Sabtu, 05 Oktober 2013

Perkenalan Kepala Sekolah Baru
            Tepat pada tanggal 26 Agustus 2013 UPT. SMPN 2 Sapeken mengalami pergantian Kepala Sekolah. Pada periode saat ini, UPT SMPN 2 Sapeken di pimpin oleh Bapak Gopur, S.HI, M.Pd. Bapak dari tiga orang putri ini sebelumnya bertugas sebagau guru di UPT. SMPN 2 Kalianget. Pengabdiannya di dunia pendidikan sudah berlangsung semenjak 26 tahun silam.
Perkenalan Dewan Guru & Staff TU
            Kepala Sekolah kelahiran Puger Kabupaten Jember ini memiliki pengalaman organisasi yang begitu mumpuni. Selain aktif dalam kegiatan kependidikan, beliau juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan. Sebelum menjabat sebagai Kepala Sekolah di UPT SMPN 2 Sapeken, beliau sudah mengasah jiwa kepemimpinannya di SMA NU.
            

Perkenalan Siswa
Acara perkenalan dengan Civitas Akademika UPT SMPN 2 Sapeken juga berlangsung cukup sederhana. Diawali dengan perkenalan pada segenap Dewan Guru dan Staf TU dan kemudian dilanjutkan dengan perkenalan pada seluruh siswa. Kemudian acara dilanjutkan dengan perkenalan pada Komite Sekolah, Tokoh Masyarakat, dan segenap Wali Murid di lingkungan sekolah.
            
Dalam perkenalannya dengan keluarga besar SMPN 2 Sapeken, Bapak Gopur, S.HI, M.Pd menyampaikan visi dan misinya untuk lebih memperbaiki keadaan di SMPN 2 Sapeken. Kehadiran beliau di SMPN 2 Sapeken diharapkan mampu memajukan pendidikan di wilayah kepulauan, khususnya di Pagerungan Besar Kecamatan Sapeken.

Bersama Tokoh Masyarakat
 Beliau juga berharap akan adanya kerjasama yang baik antara seluruh keluarga besar SMPN 2 Sapeken. Menurut ceramah perkenalannya, Bapak Gopur berharap agar seluruh keluarga besar SMPN 2 Sapeken memiliki tanggungjawab dalam memajukan sekolah. Semoga saja apa yang menjadi harapan beliau bisa terkabul demi SMPN 2 Sapeken yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang.

(riel)

Sabtu, 28 September 2013

TERPENCIL BUKAN BERARTI TERBELAKANG
SMP Negeri 2 Sapeken merupakan salah satu SMP Negeri yang berada di wilayah terluar Kabupaten Sumenep, tepatnya di Desa Pagerungan Besar Kecamatan Sapeken. Kondisi geografis Kecamatan Sapeken yang berbentuk kepulauan menyebabkan keberadaan sekolah yang terpisah-pisah dan berada dalam jarak geografis yang jauh.
Lokasi SMP Negeri 2 Sapeken
Pulau Pagerungan Besar
Dengan kondisi geografis yang berupa gugusan pulau-pulau kecil, maka kita sudah dapat memberikan gambaran sederhana bahwa wilayah Kecamatan Sapeken memiliki banyak keterbatasan. Berada di wilayah kepulauan yang terpencil dan jauh dari akses informasi, maka kita harus menyiapkan moral, mental dan spiritualitas yang benar-benar matang untuk menjawab tantangan dari segala keterbatasan tersebut
Hal ini pula yang dirasakan di lingkungan sekolah SMP Negeri 2 Sapeken. Minimnya informasi dari pusat kota tak menjadikan sekolah ini menjadi dianggap terbelakang. Berbagai strategi diterapkan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif di lingkungan sekolah.
Lingkungan sekolah yang terpencil malah menciptakan kreatifitas dari para pendidik di lingkungan sekolah ini. Kerjasama dengan berbagai pihak terkait yang ada di wilayah terpencil ini menjadi kunci utama dalam mengatasi keterbatasan yang ada. Salah satu upaya yang diciptakan oleh para pendidik di SMP Negeri 2 Sapeken adalah dengan meningkatkan pendidikan yang berorientasi pada pembetukan dan penguatan karakter peserta didik yang berdasarkan pada kearifan lokal.
Siswa yang sebagian besar merupakan anak dari nelayan di didik dengan sedemikian rupa untuk memahami perubahan sosial – budaya yang sangat cepat sekali terjadi, lebih-lebih di kota besar. Perubahan nilai sosial yang paling mencolok di kota besar adalah berkurangnya gotong royong akibat pola kehidupan yang cenderung individualis yang terjadi di kota-kota besar.
Aktivitas Anak Pulau
Ternyata, pola kehidupan yang individual pun kini memasuki bentuk kehidupan masyarakat yang berada di daerah-daerah terpencil. Tentu saja masyarakat dapat dengan mudah meniru pola-pola orang kota melalui tayangan televisi. Televisi yang dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat di daerah terpencil sangat rawan sekali dapat menggeser nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat di daerah terpencil sekalipun.
Dibutuhkan strategi yang ekstra bagi para pendidik untuk menyiasati pergeseran nilai-nilai kearifan lokal yang ada. Seperti halnya yang dilakukan oleh para guru di SMP Negeri 2 Sapeken, meski jaraknya jauh dari kota, pergeseran nilai sosial pun dirasakan oleh masyarakat di Pulau Pagerungan Besar, tempat sekolah ini berada.
Bentuk kehidupan masyarakat tradisional yang cenderung komunal dengan pola gotong royong lambat laun mulai terkikis. Oleh karena itu keberadaan beberapa guru PNS yang berasal dari kota diharapkan mampu untuk menyiasati akan adanya perubahan nilai tersebut. Keberadaan guru-guru dari kota mampu memberikan warna tersendiri bagi proses pembelajaran dalam melakukan pembentukan karakter bagi para siswa. Kehidupan guru-guru dari kota yang terbiasa dengan fasilitas yang memadai akan berbanding terbalik dengan kehidupan masyarakat di Pulau Pagerungan Besar.
Untuk itulah, perbedaan fasilitas yang dialami para guru dari kota ini diharapkan mampu memberikan pengaruh positif bagi perkembangan siswa di sekolah ini. Guru-guru yang berasal dari kota inilah yang pada akhirnya mampu mengenalkan perubahan yang terjadi di luar wilayah lingkungan sekolah yang terpencil ini. Dari masa ke masa, guru-guru dari kota selalu setia memberikan dukungan moral bagi para siswa yang sebagian besar adalah anak nelayan ini untuk terus berusaha berkarya guna menuju kehidupan yang lebih baik.
Pelabuhan Sapeken
Keterbatasan kondisi geografis bukan menjadi penghalang bagi kemajuan masyarakat. Bahkan siswa diharapkan mampu berpikir kritis bahwa dengan menjawab tantangan yang ada, kita akan mampu menjadikan kita sebagai orang-orang yang sukses. Motivasi inilah yang selalu diberikan oleh para guru yang berasal dari kota sehingga siswa memiliki semangat agar tak tertinggal dari orang kota di bidang perkembangan ilmu pengetahuan.
(riil)