Rabu, 09 Oktober 2013

LATIHAN BARIS-BERBARIS BERSAMA TNI-AL

            Keberadaan Militer di tengah-tengah masyarakat sering kali dianggap identik dengan suatu hal yang bersifat keras, tegas, dan beringas. Namun ternyata pandangan masyarakat umum ini tidaklah sepenuhnya benar. Seperti apa yang terjadi di lingkungan pendidikan SMPN 2 Sapeken. Sekolah ini mampu bekerja sama dan mengenalkan bahwa militer, dalam hal ini TNI-AL adalah sahabat dan juga bisa menjadi guru bagi para siswa di sekolah ini.
Latihan Baris-berbaris
            Keberadaan POS AL di wilayah pulau Pagerungan Besar, lokasi tempat beradanya SMPN 2 Sapeken merupakan suatu hal yang bisa mewarnai pendidikan karakter bangsa yang akan di terapkan di sekolah ini. TNI-AL yang bertugas di Pulau Pagerungan Besar menjadi mitra SMPN 2 Sapeken dalam mengajarkan tata cara baris-berbaris yang benar. Hal ini dijadikan sebagai acuan dalam membentuk karakter disiplin bagi seluruh siswa SMPN 2 Sapeken.
            Pendidikan ala militer yang dikenal masyarakat umum sebagai pendidikan yang keras dan beringas tak akan kita temui dalam pelajaran berdisiplin bagi siswa SMPN 2 Sapeken. Aparat TNI-AL yang bertugas melatih baris-berbaris yang baik dan benar ju8stru mengenalkan pendidikan militer yang lebih humanis pada siswa di sekolah ini. Tidak ada kekerasan yang ditampilkan oleh pelatih-pelatih baris dari TNI-AL.

           
Latihan Baris-berbaris
SMPN 2 Sapeken membuat jadwal rutin bahwa dalam setiap 2  minggu sekali, diadakan pelatihan baris-berbaris bagi siswa dan yang diajak untuk menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah petugas TNI-AL yang menjalankan tugasnya di Pagerungan Besar. Latihan baris-berbaris ini dilakukan langsung oleh Komandan POSAL/KAMLA yang bertugas di Pagerungan Besar. Semoga dengan adanya kerjasama ini pendidikan karakter bangsa yang menjadi tujuan pendidikan di Indonesia bisa terjacapai. Kesadaran akan pentingnya disiplin diharapkan bisa tercapai berkat adanya kerja sama antara Lembaga Pendidikan SMPN 2 Sapeken dan TNI-AL diharapkan mampu menjadikan ini sbg paradigma baru dalam pendidikan karakter di Indonesia. (riel)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar